Tenang Ada Gue Hadir di Sisterhood Fest: Anak Muda Bergerak, Lawan Stigma, Perjuangkan Akses ke Kesehatan
Stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan besar dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia. Di tengah situasi tersebut, menghadirkan ruang yang aman, inklusif, dan edukatif menjadi penting—terutama bagi anak muda dan perempuan yang memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan di komunitas.
Semangat inilah yang dibawa oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) melalui kampanye #TenangAdaGue dalam Sisterhood Fest, sebuah perayaan kekuatan, cerita, dan suara perempuan yang diselenggarakan oleh Magdalene dengan tema “Stories, Community, and Solidarity.” Kegiatan ini berlangsung di Melting Pop, M Bloc Space, Jakarta pada tanggal 5 September 2026.
Melalui kehadiran di Sisterhood Fest, IAC mengajak para peserta untuk tidak hanya belajar mengenai HIV-AIDS, tetapi juga memahami bahwa akses terhadap informasi, layanan kesehatan, dan pengobatan merupakan bagian dari hak kesehatan yang dimiliki oleh semua orang.
Belajar HIV-AIDS dengan Cara yang Menyenangkan
Berbeda dari edukasi kesehatan yang kerap dilakukan dengan cara formal, booth #TenangAdaGue menghadirkan pendekatan yang lebih interaktif. Peserta diajak bermain memory game dan ddakji, sambil mendapatkan informasi mengenai HIV-AIDS, termasuk mitos dan fakta seputar HIV-AIDS dan isu stigma dan diskriminasi.
Permainan menjadi pintu masuk untuk membangun percakapan yang lebih terbuka. Sambil bermain, tim IAC berbagi informasi menggunakan kartu edukasi dan memperkenalkan pesan utama kampanye #TenangAdaGue: bahwa Orang dengan HIV (ODHIV) berhak mendapatkan penerimaan, dukungan, dan perlakuan yang setara. Juga akses yang terjangkau ke obat-obatan.
Peserta yang menyelesaikan permainan juga mendapatkan berbagai merchandise, mulai dari postcard, zine, button pin, sticker, kipas tangan, tote bag, patch, dan lain sebagainya. Bagi peserta yang mengikuti akun Instagram @tenangadague.id, tersedia pula kesempatan mengikuti lucky spin untuk mendapatkan hadiah tambahan.
Secara keseluruhan, sekitar 80 peserta tercatat mengunjungi booth dan mengikuti permainan berdasarkan control card yang digunakan oleh tim IAC untuk mencatat partisipasi dan distribusi merchandise.
Membawa Pesan Akses ke Obat ke Ruang Publik
Kampanye di Sisterhood Fest juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan isu Access to Medicines (A2M) kepada publik yang lebih luas. Akses terhadap obat yang terjangkau merupakan bagian penting dari pemenuhan hak atas kesehatan.
Dalam konteks HIV-AIDS, ketersediaan pengobatan Antiretroviral (ARV) yang terjangkau memegang peranan penting dalam memastikan ODHIV dapat memperoleh pengobatan secara berkelanjutan. Karena itu, pembicaraan mengenai kesehatan tidak hanya berhenti pada pengurangan stigma, tetapi juga perlu mencakup bagaimana cara memastikan agar obat tetap tersedia dan dapat dijangkau oleh masyarakat.
Melalui booth di Sisterhood Fest, IAC berupaya untuk menghubungkan isu-isu yang sering dianggap terpisah: Pengetahuan mengenai HIV, pengurangan stigma dan diskriminasi, serta akses terhadap pengobatan.
Anak Muda sebagai Agen Perubahan
Sisterhood Fest memperlihatkan bahwa edukasi tentang HIV-AIDS dapat hadir dalam ruang yang dekat dengan kehidupan anak muda—melalui percakapan, permainan, dan komunitas.
Anak muda memiliki potensi besar untuk menjadi champion dalam penanggulangan HIV-AIDS. Pengaruh dari rekan sebaya (peer influence) dan kemampuan untuk membangun jejaring dapat menjadi kekuatan untuk melawan stigma & diskriminasi dan menyebarkan informasi yang berdasarkan pada bukti.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan kesan mereka melalui mood board yang tersedia di booth. Ruang ini menjadi bagian penting karena kampanye bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga mendengarkan suara dan pengalaman komunitas.
Melalui kehadirannya di Sisterhood Fest, IAC menegaskan kembali pesan #TenangAdaGue: Tidak ada seorang pun yang harus menghadapi HIV-AIDS sendirian. Membangun Indonesia yang bebas dari stigma dan diskriminasi membutuhkan keterlibatan dari semua pihak—termasuk anak muda, perempuan, komunitas, dan masyarakat luas.
Dengan menciptakan ruang untuk belajar, berbicara, dan saling mendukung, kampanye #TenangAdaGue terus mendorong satu langkah sederhana namun penting: Lebih banyak orang berani mencari informasi, memberikan dukungan, dan bersama-sama memperjuangkan hak atas kesehatan yang setara bagi semua.
